Laporan Krisis Putus Sekolah NTB

Data Analisis Strategis 2025/2026

Status: Darurat Pendidikan

Total Putus Sekolah 2025

73.844

Lonjakan 2.000% dibanding 2014

Rata-rata Lama Sekolah

8,2 Thn

Target Wajib Belajar: 12 Tahun

Sekolah Rusak (Gempa)

606

3.051 Ruang Kelas Terdampak

Angka Partisipasi (16-18)

~75%

24% Remaja Tidak Bersekolah

Tren Kenaikan Drastis (10 Tahun)

Distribusi Geografis & Risiko

High

Lombok Barat, Utara & Sumbawa

Kemiskinan tinggi, infrastruktur rusak (Jembatan Lembar), sisa trauma gempa.

Low

Mataram & Kota Bima

Akses lebih baik, pusat ekonomi dan fasilitas pendidikan memadai.

Faktor Penyebab Utama

Kemiskinan

Biaya seragam, buku, & transport tak terjangkau.

Pernikahan Dini

Faktor dominan pada remaja putri (16-18 thn).

Akses Fisik

Jembatan putus & jarak sekolah yang sangat jauh.

Pasca Pandemi

>2.000 siswa SMK/MA tidak kembali sekolah.

Program Intervensi Saat Ini

Program Sasaran Status
Beasiswa Miskin Siswa Kurang Mampu Butuh Evaluasi
BOS Plus Sekolah Negeri/Swasta Aktif
Sekolah Terbuka Putus Sekolah SMA Strategis

Rekomendasi Kebijakan Utama

01

Integrasi Bansos

Hubungkan program PKH langsung dengan insentif kehadiran sekolah (Beasiswa & Transport).

02

Akses Infrastruktur

Prioritaskan pembangunan jembatan dan perbaikan jalan di wilayah terdeteksi banyak drop-out.

03

Monitoring Data Real-time

Gunakan sistem integratif untuk memantau APS dan RLS per jenjang secara transparan tiap tahun.